sugeng rawuh

Rabu, 14 Desember 2011

seri puisi gila #14

Kwatrin tentang teh poci





Di gelas tak bernama itu

Kembali kutatap dingin wajahmu

Mataku takkan tertipu, ketika

Segalanya jadi begitu beku



Apalagi yang bisa kau perbuat

Selain menebus dahaga?

Segelas es teh yang kelak meleleh

Dan kita membikinnya basi/asing.



yogyakarta, 6 desember 2011



*catatan : berhubung estetika kuliner sedang merebak di ranah puisi, maka seri puisi gila pun tak mau ketinggalan tren. siapa tau ada koran nasional yang melirik, kan siapa tau...

0 komentar: