Kepada Uwik Nur Wijayanti
Segeralah pulang,
sebelum senja benar-benar lindap dari pandangan.
Sebelum kafetaria ini benar-benar sepi dan sunyi.
Dan kau tinggal sendiri tanpa bisa mendengar apapun
Tidak suara-suara pelanggan memanggil pelayan
Tidak juga suara-suara cangkir dan sendok yang saling beradu pandang
Juga dingin es krim dan panasnya kopi
Tentu kau tak ingin melewatkan senja ini sendiri
Sendiri tanpa bertemu dengan siapapun
Juga tanpa sedikitpun perbincangan sekedar mengisi waktu luang
Seperti daun-daun di luar sana yang rindukan desau angin
Seperti halnya sebuah sapa atau salam perkenalan
Di kafetaria ini
Kau masih bertahan pada sebuah meja yang telah sigap menata diri
Sebuah piring dan sepasang pisau dan garpu saling berdampingan
Di atas alas terbungkus selembar tissue seolah ingin menawarkan padamu
Daftar menu makan malam
Tanpa pernah sedikitpun akan kau jumpai senyum ramah pelayan
Atau tawa riang para chef di dapur kafetaria ini
Kau hanya akan merasakan getar bunga-bunga lily dalam vas
Getar bunga-bunga cantik yang terlepas dari tangkainya.
Dan kini terkungkung sendiri dalam vas keramik di atas meja kafetaria ini
Menemani santap malammu sendiri.
Yogyakarta, 30 november 2010
0 komentar:
Poskan Komentar