sugeng rawuh

Selasa, 23 November 2010

Anjing Malam Di Palka Kereta

Kepada Sajakku

Selamat malam,

Dan ucapan merdu lainnya
Kusampaikan setelah
Lewat tiga purnama
Di tiang pergantian.

Lebih dari itu, seekor kunang
Terbang di lompatan cahaya
-Liplip
Jalanan yang rusak menghadang di gurat malam
Antara gelap dan remang
Yang terbias sorot kereta
Dengan kepulan asap
Dari cerobong hitam
Melewati jembatan di atas kepalaku
Dan beberapa wajah pria
Pencari ikan serta
Istrinya yang tengah mencuci di kali
Dekat bendungan.

Angin malam mengelus rindu
Menyelinap di celah ketiak
Perempuan berbaju biru
Tanpa lengan, anjing hitam
Membawa bayang di sekujur tubuh
Dan dua ekor gagak
-yang kehilangan bayang-
Mengejar di belakang,
Dengan mata nanar
Serta paruh yang sebelumnya telah mereka asah
Di gerenda
Meminta bayangnya kembali.

Namun seorang kakek
Dengan satu lengan dan mata juling itu
Membunuh anjing hitam
Dengan tongkatnya
Lalu menelan bayangbayang itu
Mentah

Laju kereta kembali
Membawa sehelai bulu
Anjing hitam
Yang tersangkut di besi palka
Menuju pemberhentian terakhir,
Stasiun kota
Yang telah lewat
Dari sewindu
Peron itu sepi tanpa penumpang
Kecuali beberapa anjing hitam
Yang tak punya tuan.

Yogya, 3 maret 2009

0 komentar: