
Seorang bocah lelaki keluar dari gereja membawa telur paskah
Yang diberkati pendeta. Disimpannya dalam saku dan dibawa pulang
Sesampainya di rumah, ia sampaikan pada sang ibu
“ibu, aku mendapat sebutir telur dari gereja”
“ya, telur yang indah” jawab ibunya
Oleh si bocah lelaki, telur paskah dihiasnya dengan cat air warna-warni
Di permukaan, ia melukiskankan pemandangan kesukaannya
-Suasana matahari terbenam dari balkon sebelah barat rumahnya-
Selesai melukis, bocah lelaki itu duduk membungkukkan badannya
Ia tertidur di meja belajar dekat jendela. Di telapak tangannya,
Telur paskah ia genggam erat-erat khawatir hilang selagi mimpi
Mendatangi tidurnya.
Hingga sore hari, senja menyinari wajahnya. “nak, bangunlah.
Hari menjelang malam” kata ibunya. Bocah lelaki itu bangun, namun
dalam genggamnya tak lagi ada telur paskah yang telah ia lukis siang tadi.
“ibu, di mana telur paskahku?”
“lihatlah keluar jendela, nak. Bukankah itu yang kau lukis siang tadi?” jawab ibunya.
Yogyakarta, 4 april 2010
0 komentar:
Poskan Komentar