sugeng rawuh

Minggu, 28 Maret 2010

Aku Cuma Ingin

Aku bosan menelurkan berbagai warna
Dalam lukisanku yang pasi, padahal ia tahu
Seberapa besar rasa rindu ini berkembang
Di dadaku.

Aku merasa muak dengan semua wajahmu
Yang ada dalam seluruh sket di lembarlembar kertas
yang terhenti pada dinding
kamarku.

Aku membenci segala polah yang terlanjur kumuntahkan
di hadapanmu, sampai kau enggan melihat wajahku
Bahkan fotoku yang terpampang
di album kenangan.

Aku tak mau lagi membuat berloyangloyang kue
Kesukaanmu, yang terpaksa kubiarkan membeku di ruang freezer
Tanpa pernah kuantarkan ke depan pintu
Rumahmu.

Aku cuma ingin menumbuhkan puisi di batinmu yang kosong, lalu membiarkanmu melahirkan makna baru di setiap baitnya meski dengan terbata harus kau eja sendiri. Agar kau tahu dan tak hendak bertanya padaku, mengapa aku tak bisa megatakannya dengan lebih baik?

Yogyakarta, 10 mei 2009

0 komentar: