ambulancegara-gara sarapan dan minum kopi di hotel terkenal
saya terpaksa masuk ruang ICU sebuah rumah sakit swasta
di jakarta
saya tidak tahu pasti kejadian yang menimpa diri saya
tapi menurut dokter dan suster yang cantik di rumah sakit
dan pernyataan pihak kepolisian di koran dan televisi nasional
ceritanya begini:
Sesesorang telah meledakkan bom di lobbi hotel tersebut,
Ledakkan itu membuat koki yang tengah memasak, kaget dan tanpa sengaja
Mencabut selang kompor gas, dan terjadilah ledakkan kedua
Hingga mengakibatkan semua orang panik dan langsung lari berhamburan
“sialnya, anda terpeleset tumpahan minyak goreng dan jatuh terinjak pengunjung lain” kata dokter, untungnya petugas keamanan hotel segera menyelamatkan saya
Dan memanggil ambulance untuk membawa saya ke rumah sakit.
Suster yang cantik mendekat dan membelai kepala saya
Yang terbaring lemah di bangsal rumah sakit, kemudian ia berkata begini:
“lebih sialnya lagi, sopir ambulance yang membawa anda tidak memiliki SIM
Dan baru saja seminggu lulus dari kursus menyetir. Naas, karena nyelonong di lampu merah, ambulance tersebut menabrak sebuah konteiner”
Itulah sebabnya saya mengalami gegar otak berat dan kedua kaki saya diamputasi.
2009