sugeng rawuh

Selasa, 01 Desember 2009

merangkai bunga

Di puncak:
Ratusan bunga bermekaran
Menghias sepanjang perjalanan
Dan di kebun
Bunga tumbuh
Menghias halaman
Mewarnai kehidupan
Si empunya rumah
Aku ingin merangkai bunga
Membingkai kehidupan yang polos
Putih lugu
Dan tanpa arah tujuan.

Di langit:
Bungabunga berwarna putih
Mengalir lewat angin
Terbawa ke senja
Yang merah,
Jingga. Dan semburat
Mengikat bertangkai awan
Merangkai panorama senja
Di langit barat
Di timur,
Lanskap hilang oleh tatapan
Beling yang berkilap

Perempuanperempuan muda
Pulang kerumah
Meninggalkan aroma surga
Yang luluh terpercik air
Di sungai
Tempat mereka mandi
Aku ingin berenang bersama mereka
Tapi di kolam
Yang dipenuhi bungabunga
Melati serta mawar mewangi
Sebelum akhirnya
Sampai ke pelaminan

sementara, di wajah:
bungabunga mekar
menghiasi rona muka
di bawah terang rembulan purnama
dengan diiringi tembang bocah

“lir ilir lir ilir, tandure wong sumilir
tak ijo royoroyo, tak sengguk penganten anyar
cah angon cah angon, penekna blimbing kuwi
lunyulunyu penekna, kanggo mbasuh dodot ira”

Hingga sampai ke laras
Yang tak sempat berujud
Oleh serangkai bunga
Yang hanyut
Di alam malam

Dan kamboja
Menjadi hidup yang kekal
Bila nanti mencium
Aroma surga
Yang luluh di sungai
Di langit.
Pujapuja langit senja
Bungabunga ramai jiwa
Tumbuh memekar
Dirangkai kata
Dan semua mata
Sama.

Yogya, 2009

0 komentar: